PERKULIAHAN

Senin, 03 Desember 2012

Kisah Dibalik Aksi PPKM 2


Ketika kami mendapatkan tugas aksi PPKM 2 perasaan senang, takut, gugup bingung, galau, bimbang menyelimuti hati kami. Saat mulai melakukan aksi pendampingan belajar, semua yang kami takutkan pun dapat teratasi berkat peneguhan dan dukungan dari teman sesama kelompok dan juga kelompok lainnya. Selain itu, kami juga menahan amarah ketika sikap anak-anak bimbingan mulai lepas kendali dan sulit di kendalikan. Sikap yang suka jahil, nakal, dan sering bermain ini membuat kamu sulit berkonsentrasi untuk menyampaikan materinya.
Untuk melaksanakan aksi ini, kami melakukan berbagai macam cara. Kami mencoba menerapka cara-cara yang telah kami peroleh dari PPKM 1. Pertama, (proaktif). Kami mencari informasi mengenai anak-anak yang akan dibimbing, setiap anggota kelompok berjuang keras mencari di lingkungan kampus tetapi kami kurang beruntung. Kedua, Walaupun demikian semangat kami tidak pernah surut, kami mencoba bertanya ke teman-teman dari kelompok lain dan kami pun mendapatkan informasinya bahwa ada anak-anak SD kelas 1-4 yang bisa dibimbing di sekitar Bandara Adisucipto belakang Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.
Ketiga, (merumuskan tujuan). Setelah menemukan tempat dan anak-anak yang akan dibimbing, kami menyusun rencana tentang apa yang harus kami lakukan saat bimbingan belajar nanti. Kebingungan kembali menyelimuti pikiran kami karena kami harus membimbing anak-anak dalam kelas kelas kecil dengan tingkatan kelas yang berbeda. Kami pun memilih untuk membimbing sesuai dengan materi yang baru saja mereka peroleh di sekolah.
 Keempat, ( dahulukan hal yang utama ). Kami harus menyelesaikan lebih dahulu tugas-tugas dari dosen kemudian berangkat mengajar Kami menemukan  berbagai kesulitan saat melakukan aksi ini.
Kelima ( memahami ). Dalam pertemuan kedua ada teman kami yang berhalangan hadir dan ada juga yang terlambat. Namun, hal ini tidak membuat kami saling membenci tetapi semakin melatih kami untuk memahami sesama kami. Kesulitan kendaraan membuat kami semakin tertantang untuk melaksanakan aksi ini.
Keenam (Think Win-Win). Semangat dan rasa ingin tahu yang besar membuat kami terus dan tetap melakukan aksi walaupun harus bergoncengan tiga orang. Hal ini pun membuat kami semakin akrab dan saling membantu agar kami bisa berhasil bersama.
Berbagai kendala seperti kurangnya kendaraan, dan kemampuan anak-anak untuk menyerap setiap materi yang kami berikan membuat kami sedikit kesulitan untuk menyesuaikannya.
Dalam aksi PPKM 2 ini kami belajar banyak hal yang bermanfaat diantaranya adalah kami dapat memahami setiap tingkah laku anak, sifat dan kemampuan anak. Selain itu kami pun, belajar untuk mengendalikan emosi, mengelolah waktu, mendengarkan anak, belajar berbicara dengan bahasa yang benar, mengharagi waktu, menghormati dan memahami sesama, menjadi lebih berani dan lebih siap untuk menjadi guru dan menjadi lebih proaktif.
PPKM 1 dan 2 ini memiliki makna yang mendalam bagi kelompok kami. Hidup itu seperti air yang memberikan kehidupan bagi setiap tempat yang dilewatinya. Tidak ada gelap selama cahaya masih bersinar karena dari cahaya kita belajar untuk mengerti dan memahami setiap orang serta belajar memberikan kehangatan bagi setiap orang. Ribuan lilin itu akan berarti ketika setiap mata itu masih terbuka, dengan demikian segala sesuatu akan menjadi lebih indah dan damai ketika kita saling mengulurkan kasih yang tulus untuk memberikan tanpa imbalan.
Semua aksi ini meneguhkan niat kami untuk menjadi seorang pendidik yang tangguh. Selain itu, dengan adanya aksi ini, muncul keinginan untuk mengajar atau membimbing anak-anak sehingga kemampuan dan potensi yang kami miliki dapat kami pertajam melalui pengalaman yang banyak.

Tidak ada komentar: